Satelit terakhir dari BeiDou Navigation Satellite System (BDS) berhasil dikirim ke ruang angkasa, Selasa, yang menandai penyelesaian konstelasi BeiDou yang dikembangkan di dalam negeri Cina.

Sekarang ini adalah salah satu dari empat jaringan navigasi global di samping GPS Amerika Serikat, GLONASS Rusia dan Galileo Uni Eropa.

Satelit itu, yang ke-55 dalam keluarga BeiDou yang berarti "Biduk" dalam bahasa Cina, diluncurkan pada pukul 09.43 waktu Beijing dan dikirim ke orbit yang ditentukan oleh roket pembawa Long March-3B, lapor Xinhua.

BDS, salah satu dari empat sistem satelit navigasi global di dunia, akan bekerja dengan satelit BeiDou lainnya dan bersama-sama memberi pengguna global layanan penentuan posisi, navigasi, dan penentuan waktu sepanjang waktu, segala cuaca dan dengan akurasi tinggi.

Dibandingkan dengan sistem global lainnya di dunia, desain konstelasi BDS unik, termasuk orbit bumi menengah, orbit cenderung geosinkron dan satelit orbit bumi geostasioner, menurut pengembang satelit China Academy of Space Technology, Xinhua melaporkan.

Seperti dilaporkan CNN, sekarang, setelah sistem selesai, Tentara Pembebasan Rakyat Cina atau PLA dan pemerintah Cina dapat mengandalkan larik navigasi mereka sendiri.

Andrew Dempster, direktur Pusat Penelitian Teknik Ruang Angkasa Australia (ACSER) di Universitas New South Wales, mengatakan ini bisa menjadi penting bagi Beijing, terutama karena ketegangan dengan AS tumbuh di berbagai bidang.

Video: China Central Television
Sumber Narasi: Asia Times, CNN
Editor: Ngarto Februana