TEMPO.CO, Bandung : Warga Bandung membuat petisi dukungan pemilihan kepala daerah langsung dan menolak Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah. Pengisian petisi dilakukan dengan menandatangani kain putih sepanjang 10 meter yang dibentang di area Car Free Day (CFD), Jalan Ir Djuanda, Dago, Kota Bandung.Anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW), Sely Martini mengatakan, aksi tanda tangan ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat Indonesia yang ingin pemimpin daerah tetap dipilih oleh rakyat. Dukungan pemilihan kepala daerah langsung, serentak di lima kota besar Indonesia.Sementara itu, salah seorang penandatangan petisi, Alo Nasution berpendapat, jika DPR yang memilih kepala daerah, hanya orang kaya yang akan jadi dan rentan korupsi.Revisi RUU Pilkada rencananya disahkan pada Kamis, 25 September 2014. Di dalam pasalnya terdapat perubahan, yaitu pemilihan kepala daerah yang sebelumnya dipilih secara langsung oleh rakyat menjadi dipilih oleh DPRD. Videografer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : RYAN MAULANA