Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengusulkan anggaran Rp 200 miliar untuk pembangunan lima Waduk dari dana pinjaman daerah Rp 12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur. "Untuk lima waduk ada Rp 200 miliar," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini saat ditemui di DPRD DKI, Selasa, 28 Juli 2020.

Lima waduk itu adalah waduk Sunter bagian selatan, Brigrif, Pondok Rangon, Cimangis dan Kampung Rambutan. Menurut dia, anggaran untuk tiap waduk bervariasi dari Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar untuk satu waduk.

Juaini mengaku sudah bersurat kepada pimpinan untuk usulan itu. Dia berharap program yang sempat terhenti akibat dampak dari pandemi Covid-19 bisa kembali dilanjutkan dengan kucuran dana dari Pemerintah Pusat itu.

Selain untuk waduk, Dinas SDA juga mengusulkan untuk program lain yang ikut terhenti, seperti pembangunan tanggul hingga pemeliharaan rumah pompa. Namun dia mengaku tak ingat jumlah total anggaran yang diusulkan. "Kami berharap apa yang terhenti bisa dilanjutkan lagi."

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pinjaman daerah Rp 12,5 triliun dialokasikan untuk program prioritas pemerintah tertunda karena adanya realokasi anggaran untuk menanggulangi penyebaran virus Corona. "Anggaran ini akan digunakan untuk program-program prioritas DKI Jakarta yang tertunda karena APBD yang berkurang dari Rp 87 triliun menjadi Rp 47 triliun," kata Riza kemarin.

Program prioritas penanggulangan banjir, misalnya, akan difokuskan pada program sodetan Ciliwung, naturalisasi Ciliwung, penanganan waduk atau embung, vertikal draine, biopori hingga pengadaan pompa penyedot banjir.

VIDEO: Subekti
EDITOR VIDEO: Aditya Sista

EDITOR ARTIKEL: Endri Kurniawati