Para ilmuwan sebelumnya sudah mengetahui jika suhu terendah yang pernah diukur di Bumi berada di wilayah dataran tinggi beku di timur Antartika, dekat Kutub Selatan.

Analisis baru menunjukkan, suhu turun hampir minus 100 derajat Celsius. Para ilmuwan menduga, ini mungkin merupakan titik terdingin yang ada di Bumi.

Antartika Timur memang terlihat datar di permukaan, tapi sebenarnya berbentuk kubah dari tengah hingga ujung seperti cangkang kura-kura yang luas.

Peneliti berpendapat hanya kondisi khusus yang bisa menyebabkan suhu ekstrem.

Pertama, harus musim dingin yang sangat dingin (dead of winter), langit cerah tanpa gumpalan awan, serta angin yang berembus pelan. Ketiga faktor ini dapat mendinginkan permukaan salju dan menurunkan suhu.

Dalam kondisi sedingin apapun, es memancarkan sejumlah kecil panas. Biasanya sebagian besar panas itu ditangkap oleh uap air di atmosfer dan akan kembali turun ke permukaan Bumi, menyimpan suhu yang hangat di atmosfer yang lebih rendah. Tapi selama musim kering di Antartika, ketika sebagian besar uap air telah menguap dari atmosfer, ia mulai membuka semacam celah yang biasanya tidak terbuka di tempat lain di Bumi. Panas yang dipancarkan dalam jumlah sedikit oleh lapisan es dapat lepas ke luar angkasa, membuat permukaan es menjadi lebih dingin.

Video: NASA Via Dailymail
Editor: Ridian Eka Saputra