Tentara Myanmar mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk 'menembak semua yang Anda lihat dan yang Anda dengar' saat mereka 'membersihkan' desa Muslim Rohingya, memperkosa wanita dan mengeksekusi anak-anak.

Pengakuan tersebut dianggap yang pertama dibuat oleh tentara yang terlibat langsung dalam genosida yang oleh pemerintah Myanmar digambarkan sebagai 'kampanye pembersihan' untuk mengusir teroris dari negara bagian Rakhine.

Prajurit itu, salah satunya mengaku memperkosa seorang wanita, mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk 'memusnahkan semua Kalar' (kata yang menghina untuk Rohingya) dan menggambarkan bagaimana mereka merampok desa, membantai orang tua dan muda.

Dua tentara tersebut diyakini berada dalam tahanan Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, dan direkam pada Juli setelah mereka ditahan oleh Tentara Arakan, sebuah kelompok gerilya etnis di Rakhine yang berperang melawan Burma.

Tidak jelas apakah tuduhan oleh tentara tersebut dibuat di bawah tekanan.

Video/Narasi: Dailymail
Editor: Ngarto Februana