Sedikitnya 210 narapidana kabur dari dalam penjara di kota terpencil Moroto di Uganda dengan telanjang, membawa 15 senjata AK-47, amunisi dan 20 majalah pada Rabu sore.

Para narapidana pelaku kejahatan berat itu kabur dengan terlebih dahulu membobol gudang senjata di penjara, mengambil senjata serta amunisi dan melumpuhkan petugas penjara.

Mereka kemudian membuka baju resmi narapidana berwarna kuning dan kabur dengan tanpa busana.

Aparat keamanan dan tentara Uganda mengejar para narapidana yang kabur. Mereka disebut narapidana kejahatan pemerkosaan, pembunuhan, hingga pencurian.

Penjara yang dihuni 620 orang terletak di wilayah pegunugan terpencil. Sehingga mereka diduga bersembunyi di lereng-lereng bukit.

Aparat keamanan memburu para narapidana yang kabur.Sebanyak tiga narapidana tewas dan tujuh narapidana ditahan.

Seorang perwira senior militer Uganda tewas dalam baku tembak dengan para narapidana.

Pengejaran terhadap para narapidana masih terus dilakukan.

"Pengejaran sedang berlangsung," kata Flavia Byekwaso, juru bicara Pasukan Pertahanan Rakyat Uganda.

Narapidana membobol penjara di Uganda merupakan yang ketiga kali sejak pandemi Covid-19 menyerang Uganda pada Maret lalu. Sedikitnya tiga kasus virus corona ditemukan di beberapa penjara.

Sumber:
https://www.dw.com/en/uganda-prison-break/a-54956711

Video: AFrikaNews/KK Tv Uganda 
Editor: Ridian Eka Saputra