Pada Januari 2020, Shi Zhengli memimpin salah satu tim ilmiah pertama yang mengisolasi SARS-CoV-2, virus corona yang kemudian menimbulkan malapetaka dunia. Virus itu baru dalam ilmu pengetahuan, tetapi Shi bisa melihat dari mana asalnya: kelelawar. Enam belas tahun perburuan virus telah mempersiapkannya untuk pencerahan itu.

Pada tahun 2003, virus corona lain melepaskan epidemi SARS. Untuk menemukan asalnya, Shi dan rekan-rekannya melakukan perjalanan ke gua-gua di Cina barat daya. Di sana, mereka menemukan kelelawar yang terinfeksi virus mirip SARS.

Selama tahun-tahun berikutnya, Shi—seorang ahli virus di Institut Virologi Wuhan—telah menyebar ke lebih banyak gua dan menemukan lebih banyak lagi virus corona kelelawar. Pada 2015, Shi dan rekan-rekannya memperingatkan bahwa hanya masalah waktu sebelum virus corona kelelawar lainnya tumpah di atas penghalang spesies dan mendatangkan malapetaka. Lima tahun kemudian, SARS-CoV-2 membuktikan kebenarannya.

Pemerintahan Trump telah menyerang institut Shi, menyindir bahwa mereka bertanggung jawab atas pandemi. Tuduhan itu bukan hanya tidak berdasar tetapi juga berbahaya. Prestasi ilmiah dan pandangan ke depan Shi adalah apa yang kita butuhkan jika kita ingin menghentikan lebih banyak virus corona yang menghancurkan umat manusia pada tahun-tahun mendatang.

Sumber Video: CGTN/CCTVPlus, Weibo/HandNews
Sumber Narasi: Times.com
Editor: Ngarto Februana