TEMPO.CO, Jakarta : Tak ada alasan bagi Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk tidak menyukseskan pelantikan presiden terpilih Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla pada 20 Oktober mendatang. Publik memang harap-harap cemas atas kemungkinan batalnya pelantikan ini. Terang saja. Dengan menguasai kursi MPR, koalisi pro Prabowo bisa saja tak hadir sehingga sidang tak mencapai kuorum. Jika itu terjadi, presiden terpilih harus dilantik di depan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat. Lagi-lagi, DPR dikuasai oleh Koalisi Prabowo. Akankah lancar proses pelantikan presiden baru Indonesia 20 Oktober nanti? Prediksi apa yang akan terjadi pada hari terakhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut?