Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan militer untuk "secara ketat" menangani pelanggaran wilayah perairan.

Sumber militer Daily NK melaporkan bahwa sehari setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meminta maaf atas penembakan seorang pejabat perikanan Korea Selatan di Laut Barat, ia memerintahkan Tentara Rakyat Korea untuk "dengan teguh menyelesaikan persiapan pertempuran." Menurut sumber tersebut, Kim juga memerintahkan militer untuk memberikan laporan status reguler tentang situasi di Laut Barat dan untuk "menangani secara ketat setiap pelanggaran perairan teritorial Korea Utara."

Sumber militer mengatakan kepada Daily NK, "Dia (Kim Jong Un) mengatakan kepada mereka bahwa Tentara Rakyat Korea tidak boleh lupa bahwa mereka menghadapi (prospek) perang terlepas dari (Korea Utara) terlibat dalam dialog dengan musuh-musuhnya atau tidak."

Departemen Front Bersatu Korea Utara, dalam sebuah surat kepada pemerintah Korea Selatan Jumat lalu, telah mengindikasikan bahwa negara itu akan memperkuat kegiatan pemantauannya di laut untuk mencegah terulangnya insiden penembakan. 

Insiden penembakan pejabat sipil Korea Selatan oleh tentara Korut memicu kemarahan militer Korea Selatan.

Sumber Video: Dailymail, The Globeandmail, Weibo/Deligent Monitor
Sumber Narasi: DailyNK
Editor: Ngarto Februana