TEMPO.CO, Kuningan : Sebagai bentuk rasa syukur, berbagai masyarakat agraris sunda melaksanakan upacara Seren Taun. Pada seren taun Cigugur, Kuningan, puncak acara ditandai dengan menumbuk padi masal yang dilakukan bergantian oleh masyarakat.Ketua Yayasan Tri panca tunggal, Paseban Cigugur, Pangeran Gumirat Barna Alam mengatakan, menumbuk padi tersebut merupakan budaya gotong royong dan kebersamaan dalam mengolah hasil panen di tatar sunda. Padi tersebut ditumbuk masyarakat di halaman samping gedung paseban menggunakan alat tradisional lesung dan alu, kemudian berasnya dibagi-bagikan kepada masyarakat. Sebagian kecil ikatan untai padi disisakan untuk dijadikan bibit.Guna memperkokoh persatuan nusantara, masyarakat Cigugur melakukan hubungan kekerabatan dengan Malaysia, Brunei Darusalam dan Singapura. Sesepuh masyarakat agraris sunda Cigugur Pangeran Djatikusumah, memberikan sejenis piagam penghargaan kepada mereka.Padi yang sudah ditumbuk lalu diayak tersebut dimasukan kedalam mesin giling untuk mendapatkan beras yang berkualitas.Videografer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : RYAN MAULANA