Pengamat dari Universitas Al Azhar: Rizieq Shihab Bakal Jadi Simbol Oposisi

Videografer

Andita Rahma

Jumat, 13 November 2020 15:15 WIB


Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin melihat kedatangan Rizieq Shihab kembali ke tanah air merupakan suatu keniscayaan dalam demokrasi. "Karena dia WNI, berhak kembali setelah terusir ke Arab Saudi," kata Ujang melalui pesan teks, Jumat, 13 November 2020.

Menurut dia, kedatangan pemimpin Front Pembela Islam itu ke tanah air, membuat dinamika politik semakin dinamis. Menurut dia, Rizieq akan memperkuat barisan oposisi rakyat atau oposisi non parlemen.

Jika Rizieq bisa melakukan konsolidasi dengan oposisi lain, bakal merepotkan pemerintah saat ini. Sebabnya, menurut dia, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah saat ini rendah.

Rendahnya kepercayaan publik itu menguntungkan Rizieq dan FPI. “Rizieq itu simbol perlawanan rakyat terhadap pemerintah."

Jika rakyat tak suka terhadap pemerintah, akan mencari tokoh yang dicintainya untuk bisa mengingatkan dan mengkritik pemerintah. Tokoh yang saat ini mempunyai peran itu adalah Rizieq.

Selain itu, posisi FPI bergantung pada sosok Rizieq. Saat ini, Rizieq telah mejadi tokoh besar di negeri ini, yang dielu-elukan para pendukungnya. "Karena Rizieq tokoh besar, FPI dengan sendirinya ikut besar."

Video: Andita Rahma
Editor: Ridian Eka Saputra