Melalui akun Facebook Sulis Tyowati Sidareja Kunci, wanita ini curhat soal ayahnya, yang "dimakamkan secara Covid-19".

Wanita itu, Sulis Tyowati, mengatakan ayahnya sakit asma, bukan Covid-19, saat dibawa ke rumah sakit diperlakukan sebagai pasien corona. Tak terima ayahnya dirawat di ruang isolasi dengan tangan dan kaki terikat, Sulis membawa pulang sang ayah. Karena "pulang paksa", biaya tidak ditanggung BPJS, Sulis diharuskan membayar biaya yang tidak sedikit. Dirawat sendiri di rumah, kata Sulis, kondisi ayahnya sempat memburuk, ditambah stigma Covid-19. Beberapa hari kemudian ayahnya meninggal, Sulis mengaku, tak ada yang memandikan dan mensalatkan. Jenazah ayahnya dimakamkan dengan protokol seperti halnya orang yang meninggal karena Covid-19.

Dari hasil laboratorium, kata Sulis, hasil tes usap menunjukkan ayahnya negatif. Atas masalah yang menimpa keluarganya, Sulis mengadukan hal itu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui video yang ia unggah di Facebook.

Di unggahan video berikutnya, Sulis mengatakan bahwa Ganjar Pranowo telah membantu keluarga Sulis. Sulis mengatakan masalah tersebut sudah clear, sudah diklarifikasi langsung oleh Ganjar Pranowo. Ia pun berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Sumber Video: Facebook/Sulis Tyowati Sudireja Kunci
Editor: Ngarto Februana