KRI Tenggiri akhirnya kembali merapat di pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, setelah melaut 3 hari di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki. Kapal tersebut terlihat membawa satu kantong mayat yang berisi puing dan potongan tubuh penumpang pesawat.

Dir Ops Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 Januari 2021, mengatakan KNKT dan DVI Polri akan melakukan pendalaman soal temuan itu. Kepingan puing akan digunakan untuk penyelidikan penyebab pesawat jatuh dan potongan tubuh akan digunakan untuk memeriksa identitas korban.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Mereka adalah 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Jurnalis Video: M Julnis Firmansyah
Editor: Ngarto Februana