CEO Tesla Elon Musk berjanji pada Sabtu lalu bahwa perusahaannya tidak akan pernah memberikan data yang dikumpulkan oleh kendaraan Tesla di Cina atau negara lain kepada pemerintah AS.

Berbicara di China Development Forum (CDF) yang sedang berlangsung, pertemuan bisnis tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh sebuah yayasan di bawah Dewan Negara di ibu kota Cina, Beijing, melalui tautan video, Musk menekankan bahwa tidak ada perusahaan AS atau Cina yang akan mengambil risiko mengumpulkan data sensitif atau pribadi dan berbagi dengan pemerintah. Ia mengatakan bahwa "Ada insentif yang sangat kuat bagi kami untuk sangat rahasia dengan informasi apa pun. Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di Cina atau di mana pun, kami akan ditutup."

Tesla dianggap sebagai model perusahaan asing di Cina, pasar mobil terbesar di dunia dan arena utama untuk mobil listrik (EV). Perusahaan menjual lebih dari 140.000 kendaraan tahun lalu di Cina, menyumbang sekitar 30 persen dari penjualan global sekitar 500.000 kendaraan.

Dengan dukungan dari otoritas Shanghai dan bank negara Cina, Tesla melaju ke kota metropolitan pada tahun 2018, kemudian menjadi pembuat mobil asing pertama yang mendirikan pabrik tanpa mitra usaha patungan lokal.

Sebelumnya, sumber Reuters dalam laporannya mengatakan, militer Tiongkok melarang kendaraan Tesla memasuki kompleks militer karena khawatir dengan masalah keamanan kamera yang terpasang di dalam mobil.

Video: China Central Television
Editor: Ngarto Februana