TEMPO.CO, Jakarta:Masyarakat Solo, Jawa Tengah, lekat dengan tradisi keraton. Pada perayaan 1 Sura pada penanggalan Jawa, Pura Mangkunagaran menggelar ritual memandikan pusaka. Airnya diperebutkan ribuan orang. Lalu pusaka diarak oleh anggota keluarga istana, berkeliling tembok keraton. Setelah pusaka disimpan, GPH Paundrakarna, anak tertua Mangkunegoro IX, membagikan makanan sesaji. Ada pisang kepok yang direbus, apem, opor ayam, telur pindang, dan sejumlah makanan lain. Antara keraton dan kulinernya tak terpisahkan. Lalu, apa saja makanan istana? Untuk mengenal masakan Pura Mangkunagaran, kami mengikuti ahli masak istana Sri Sutami saat berbelanja ke pasar dan ketika membuat kue apem untuk memperingati wetonan permaisuri Mangkunagoro VIII. Sutarni mencampur tepung beras, tape, dan gula merah dalam baskom, lalu mengaduknya dengan tangan.Kami pun mengunjungi restoran yang menyajikan menu masakan tersebut. Apa saja jenis hidangannya?Video Jurnalis: QORIS TAJUDINEditor: NGARTO FEBRUANAMusik Ilustrasi: Balinese Delight full mix (JewelBeat with License Agreement Number 141128073507, contract license agreement effective as of the 28 day of November, 2014)