TEMPO.CO, Bali: Puluhan tas dan dompet cantik penuh warna-warni dipajang di sebuah toko milik Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali di jalan Hang Tuah Sanur. Sekilas deretan tas tersebut terlihat barang-barang buatan pabrik, setelah diperhatikan secara seksama ternyata produk cantik berupa tas belanja, kotak pensil dan dompet terbuat dari kemasan plastik bekas. Produk cantik ini merupakan ide kreatif dari PPLH Bali sebagai peduli lingkungan dengan memberdayakan tenaga kerja wanita. Dengan misi memperkenalkan lingkungan secara sederhana kepada masyarakat. Menurut Made Haryana, Ketua PPLH Bali, pihaknya telah melakukan upaya daur ulang kemasan plastik menjadi barang yang bermanfaat.Sebagai bahan baku mereka menggunakan kemasan bekas detergen, kopi, mie instan dan beberapa plastik yang dianggap cukup kuat. Bahan-bahan ini mereka peroleh dari warung-warung dan sekolah untuk mengubah kemasan plastik bekas menjadi tas dan dompet yang cantik. Mula-mula kemasan plastik bekas ini dikumpulkan dan dipilah-pilah kemudian dicuci sampai bersih lalu dikeringkan. Proses berikutnya bahan dipotong sesuai dengan kebutuhan, kemudian potongan-potongan tersebut dijahit sebagai potongan dasar. Melalui tangan-tangan terampil ini, kemasan plastik bekas mereka sulap menjadi tas belanja, dompet, kotak pensil yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan barang produksi pabrik.Untuk memasarkan produknya mereka masih mengalami kendala karena produk mereka masih belum begitu dikenal. Untuk sementara mereka menjualnya dari teman ke teman.courtesy : NTDTV