TEMPO.CO, Malang: Sampah plastik, walau kerap menimbulkan masalah, bisa diolah mejadi bahan yang bermanfaat. Inilah yang dilakukan oleh Alif Rahman Hakim dan Nicho Abdian Gusti Rahman, keduanya siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui penelitian dan pengerjaan selama satu tahun, dengan total biaya Rp 3 juta, mereka menciptakan sebuah alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.Tumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah mereka menginspirasi dua siswa tersebut. Awalnya, sampah plastik ini dipilah-pilah dan dibersihkan, kemudian dicuci menggunakan air. Setelah dijemur di bawah terik matahari hingga kering, plastik tersebut dibakar dalam sebuah ketel aluminium selama kurang lebih satu jam. Proses pembakaran sampah anorganik tersebut menghasilkan tiga produk bahan bakar yaitu briket plastik, gas, serta bahan bakar minyak cair.Hasil bahan bakar minyak cair inilah yang menjadi target utama alat ciptaan mereka. Untuk satu kilogram sampah plastik menghasilkan kurang lebih 250 mililiter minyak cair.Karya mereka ini mungkin menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius di perkotaan.Video Jurnalis: ARIS NOVIA HIDAYATEditor: NGARTO FEBRUANANarator: NIA PRATIWIIlustrasi Musik: "My One True Love" from album Easy Going 2, by JewelBeat, with contract license agreement effective as of the 10 day of December, 2014.