TEMPO.CO, Bandung : Suasana jelang tahun baru 2015, sejumlah penjual terompet sudah mulai berjualan di Kota Bandung. Ragam bentuk dan ukuran mereka pajang di pinggiran jalan berharap para pengguna jalan berhenti dan membelinya.Walaupun dijual di akhir tahun, para perajin terompet di Kota Bandung sudah membuat terompet tersebut sejak bulan Februari. Mereka menggantungkan hidup dari hasil penjualan terompet. Salah satunya seperti Nuryaman, seorang kakek usia 76 tahun ini yang masih aktif membuat terompet dirumahnya, di Gang Swadaya, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Ia mengaku menekuni bisnis ini karena ia tidak memiliki pekerjaan lain.Pada tahun ini, usahanya mengalami kerugian. Pendapatan yang biasa mencapai 10 jutaan pertahunnya, kini hanya mendapat setengahnya. Menurutnya minat pembeli pada tahun ini berkurang dan bahan baku yang mahal menjadi faktor tersendatnya usaha terompet ini. Walau begitu ia tetap menjalankan usahanya yang sudah ia geluti belasan tahun ini. Dalam setahun ia mampu menyelesaikan hingga 2000 terompet. Karena kondisinya yang sudah tidak muda lagi, ia juga dibantu anak dan istrinya untuk berjualan.Videografer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE