Kekerasan Palestina-Israel yang meletus pada 10 Mei menjadi konflik terparah sejak 2014, menyebabkan sedikitnya 243 warga Palestina tewas, termasuk 66 anak-anak, sementara 1.910 lainnya luka-luka. Serangan itu juga merenggut nyawa 12 orang Israel, termasuk dua anak, dan 300 orang terluka.

Setidaknya 2.000 rumah dan lebih dari 15.000 unit konstruksi telah hancur atau sebagian hancur selama konflik 11 hari tersebut. Konflik meletus saat banyak keluarga bersiap untuk merayakan hari raya Idul Fitri pada malam 12 Mei, yang menandai akhir bulan Ramadhan.

Satu keluarga menceritakan bagaimana mereka kehilangan rumah mereka dalam serangan udara yang bertubi-tubi pada saat yang seharusnya merupakan saat yang membahagiakan.

Ibu korban sangat sedih atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik, dan berharap semuanya bisa diselesaikan.

Kekerasan Palestina-Israel dipicu oleh kemarahan masyarakat di Gaza atas ancaman penggusuran rumah bagi keluarga yang tinggal di Yerusalem Timur. Pada hari Jumat, gencatan senjata mengakhiri pertumpahan darah selama 11 hari antara kedua pihak.

Video: CCTV+
Editor: Ridian Eka Saputra