Semua studi Institut Ilmu Kedokteran India (AIIMS) menunjukkan bahwa varian Delta COVID-19 dapat menginfeksi orang bahkan setelah mereka divaksinasi dengan satu atau kedua dosis vaksin COVID-19. Pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020, varian Delta ditemukan telah menyebar ke Thailand dan menginfeksi orang di 11 dari 77 provinsi Thailand, menurut otoritas kesehatan Thailand.

Para peneliti menganalisis sampel virus yang diambil dari 36 pasien COVID-19 yang telah terinfeksi setelah divaksinasi dan menemukan bahwa 23 di antaranya terinfeksi varian Delta, terhitung 63 persen dari pasien yang diuji. Dari 36 pasien, 19 menerima satu jab, dan 17 lainnya diberikan dengan kedua jab. Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa varian tersebut masih sangat menular ke orang-orang yang bahkan telah divaksinasi.

Negara ini melaporkan total 29.183.121 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada hari Kamis. Menurut otoritas kesehatan Thailand, varian Delta ditemukan telah menginfeksi orang di 11 dari 77 provinsi negara itu, dan 318 kasus tersebut terdeteksi di Bangkok, ibu kota negara itu, yang merupakan 91 persen dari infeksi varian Delta di seluruh negeri.

Varian alpha pertama kali terdeteksi di Inggris dan 348 kasus atau 8,32 persen terinfeksi varian Delta. Kemungkinan infeksi dengan varian Delta dapat melampaui varian Alpha, karena varian Delta menyebar setidaknya 40 persen lebih cepat daripada varian Alpha.

Video: CCTV+

Editor: Dwi Oktaviane