TEMPO.CO, Jakarta: Penggemar tinju sejati pastinya tak akan melewatkan pertandingan Chris John yang mempertaruhkan sabuk juaranya melawan Fernando Saucedo asal Argentina di Tennis Indoor Senayan, 5 desember mendatang. Perubahan gaya bertanding Chris Jhon ini tampak berpengaruh pada kecepatan kaki petinjunya. Untuk laga ke-13 ini, Chris berlatih di Harry\'s Gym, Perth, Australia. Termasuk serangkaian latihan di \"Simulator Ketinggian\", mesin yang membuat udara di sebuah ruangan seperti di ketinggian yang berbeda. Di Jakarta, dia saban hari mengasah kepalan di Sasana D\'Tram di Monas dan Hal Pertina Gelora Bung Karno.Bukan tak beralasan, latihan di suasana terbuka tentunya menjadi prioritas utama management Chris John. Selain membiasakan dengan suasana juga lingkungan sekitar, ini menjadi catatan penting bagi The Dragon dimana pun ia bertanding paling tidak selama 2 minggu atau 1 bulan ia harus beradaptasi.Menjadi tontonan gratis bagi pengunjung di sekitar sasana tinju D\'Tram Monas. Baik pria dan wanita pun larut dalam ketegangan latih tanding yang tak pernah dianggap main-main oleh para petinju Indonesia. Hal yang paling ditunggu-tunggu pengunjung adalah ingin bersalaman bahkan seedar berfoto bersama Juara Dunia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.Menghadapi Saucedo, Chris tidak menganggap enteng lawan. Dia mewaspadai pertarungan jarak dekat. Mengingat lawan memiliki napas kuda, Chris dipersiapkan agar mampu tampil prima sepanjang 12 ronde. Namun Sang Naga bisa menghentikan pertarungan lebih cepat jika bisa membuktikan janjinya akan pukulan maut.Video Journalist : DWI OKTAVIANE