Kota Bima terletak di sebelah timur Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kota dengan jumlah penduduk sebanyak 155 juta jiwa ini merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor ekonomi dan pariwisata. Kini, kota dengan julukan Tepian Air ini sedang melakukan perubahan serta modernisasi di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Muhammad Lutfi, SE.

Muhammad Lutfi, SE resmi menjabat sebagai Wali Kota Bima sejak 26 September 2018. Pria kelahiran Bima, 15 Agustus 1971 ini tumbuh dan menghabiskan masa pendidikannya di Jakarta. Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bima, Lutfi sudah berkecimpung di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar selama dua periode. Di DPR, ia duduk di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, penanggulangan bencana, KPAI, Baznas dan pemberdayaan perempuan. 

Selama menjabat sebagai Wali Kota Bima, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi serta menginisiasi program-program yang dapat memajukan masyarakat Bima. Salah satunya program Command Center yang merupakan platform berbasis smart city

“(Command Center) mempermudah akses informasi ke masyarakat kita dan pelayanan di masyarakat. Sehingga informasi (ketika) masyarakat membutuhkan sesuatu, pemerintah bergerak dengan cepat.” Ungkap Lutfi.

Seperti apa Command Center yang telah dibuat Wali Kota Bima? Sejauh mana manfaatnya? dan bagaimana ia menanggulangi bencana alam dan pendidikan yang menjadi masalah Kota Bima saat ini? Simak bincang-bincang Tempo dengan Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi dalam program Teras Negeri berikut ini.