Berbatasan langsung dengan Malaysia tepatnya Negara Bagian Sabah dan Serawak, Kalimantan Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 738 ribu jiwa. Provinsi termuda di Indonesia ini dikenal sangat heterogen karena terdapat berbagai suku baik penduduk asli Kalimantan maupun pendatang. Saat ini, Kalimantan Utara dipimpin oleh Gubernur Zainal Arifin Paliwang.

Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 15 Februari 2021. Pria berdarah bugis ini lahir di Makassar, 16 Desember 1962. Berlatar belakang kepolisian, Ia pernah bertugas di berbagai daerah di Indonesia hingga akhirnya pada 2018 ia mengemban tugas sebagai Wakapolda Kalimantan Utara selama dua tahun. Ketika itu, Zainal yang berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) bertugas di Polda Kalimantan Utara yang merupakan kelembagaan Polda baru setelah ditetapkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Lalu, setelah pensiun pada akhir 2020 ia kemudian mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalimantan Utara. 

Tak mudah menjadi Gubernur Kalimantan Utara, ia menghadapi berbagai tantangan untuk membenahi daerah perbatasan. Mulai dari persoalan pendidikan, infrastruktur, perekonomian daerah, dll yang menjadi PR besar bagi provinsi yang baru berdiri selama 8 tahun ini. Seperti apa strategi Zainal dalam membenahi daerah yang dipimpinnya? Simak bincang-bincang eksklusif bersama Gubernur Kalimantan Utara dalam program Teras Negeri berikut ini.