TEMPO.CO, Bandung : Sejumlah seniman menggelar aksi keprihatinan 'Ngalokat Pulisi Tidur' atau meruwat polisi tidur di Babakan Ciamis, Bandung. Dalam aksinya, mereka menutupi polisi tidur dengan kain kafan dan melakukan beberapa ritual dari pembacaan doa, bakar kemenyan dan penaburan Bunga. Tema yang diambil adalah lokat mala atau noda. Mereka prihatin dengan sebuah lembaga yang sangat dikagumkan sebagai pengayom, kini ternoda seseorang yang tidak terkendali. Salah seorang seniman, Bah Nanu mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan dapat kembali mencitrakan polisi untuk mengayomi masyarakat dengan bersih diri.Ritual ini menyimbolkan polisi tidur yang tetap menjalankan tugasnya tanpa banyak keinginan.Berbeda dengan manusia yang bangun dan banyak keinginan yang tidak terkendali. Bah Nanu juga berharap KPK dan polisi dapat berdamai tidak saling menodai juga saling membangun untuk kepentingan bangsa.Aksi dilanjutkan dengan menghanyutkan sesajen di Sungai Cikapundung sambil diiringi tarian di tengah sungai.Videografer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : RYAN MAULANA