TEMPO.CO, Sumatera Barat : Dengan mengikuti aba-aba, puluhan pria menarik tali yang terikat pada balok kayu yang sudah di rangkai untuk tiang-tiang rumah gadang, rumah tradisional Minangkabau dalam pendirian rumah gadang di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Prosesi ini dinamakan Batagak Tonggak Tua atau pendirian tiang utama.Tonggak rumah gadang ini dari Pohon Jua yang memiliki kayu yang keras dan anti rayap yang diambil di hutan Nagari Sumpu sekitar 2 kilometer dari perkampungan. Penebangan pohon juga melalui prosesi adat seperti doa-doa dan pidato adat oleh ninik mamak atau para tetua adat. Pohon yang sudah ditebang dibersihkan, dan balok kayu dibawa bersama, ditarik dengan tali hingga ke lokasi.Rumah Gadang yang akan didirikan adalah Rumah Gadang Etek Siti Fatimah, salah satu dari 5 rumah gadang di Nagari Sumpu yang terbakar pada 26 Mei 2013 lalu. Pembangunan kembali rumah gadang yang terbakar ini dimotori oleh Pusat Studi Konservasi Aritektur Universitas Bung Hatta di Padang yang didukung oleh Tirto Utomo Foundation. Selain pendirian rumah gadang, saat itu juga diresmikan Rumah Gadang Etek Nuraini yang sebelumnya sudah mulai dibangun sejak 20 April 2014. Roswenidar pewaris rumah gadang Etek Nuraini mengatakan sangat bersyukur rumah gadang milik kaumnya yang terbakar kini sudah berdiri. Rumah gadang miliknya yang terbakar berusia lebih seratus tahun. Nagari Sumpu memiliki banyak Rumah Gadang. dulunya terdapat sekitar 200 rumah gadang, tetapi karena sudah melewati satu abad, sudah banyak Rumah Gadang yang rusak, roboh, terbakar dan tidak ada yang membangun kembali karena biaya untuk membangun juga sangat besar. Peresmian Rumah Gadang dan Batagak Tonggak tuo juga dimeriahkan dengan kesenian Randai.Videographer : FEBRIANTIEditor : RYAN MAULANAMusik ilustrasi : "After The rain Has Gone full mix", JewelBeat