Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, polisi memburu penjual ribuan data KTP dan foto selfie KTP kepada komplotan penipuan pinjaman online (pinjol). Ribuan data tersebut dijual seharga Rp7,5 juta dan kemudian didaftarkan di aplikasi pinjol. Kanit 2 Ditkrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Immanuel Lumbantobing menerangkan, kemungkinan besar data masyarakat yang diperjualbelikan itu berasal dari kebocoran data perusahaan financial technology atau fintech. Sebab, foto KTP dan foto selfie KTP merupakan syarat untuk mendaftar aplikasi pinjaman online di perusahaan fintech.

Foto: Shutterstock, ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Video Editor: Ryan Maulana