Tata Kelola Ibu Kota Baru, Peneliti Ingatkan Tidak Merusak Hutan

Videografer

Antara

Editor

Ryan Maulana

Jumat, 29 Oktober 2021 07:00 WIB


Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syafuan Rozi pada Kamis, 28 Oktober 2021, mengingatkan pentingnya pengelolaan tata ruang dan lahan dalam pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur karena berisiko terhadap kerusakan hutan. Untuk itu, ia menyarankan tata kelola ibu kota baru Indonesia nantinya dapat ramah lingkungan tidak terlalu banyak membabat hutan Kaltim. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, HM Aswin, menyatakan diskusi mengenai hal tersebut masih dilakukan dan Bappeda siap membantu baik di lapangan maupun data.

Video: Antara (Rina Nur Anggraini/Agha Yuninda Maulana/Anom Prihantoro)