TEMPO.CO, Jakarta: Terletak di Afrika Tengah bagian selatan, Luanda dinobatkan sebagai kota termahal di dunia bagi kaum ekspatriat. Ibu kota Angola itu berhasil mengalahkan Tokyo, yang berada di peringkat kedua, dan Kota N\'Djamena, ibu kota Chadian, sebuah negara di Afrika, di posisi ketiga. Peringkat ini dibuat berdasarkan hasil survei yang digelar kelompok Mercer. Menurut survei Cost of Living, posisi keempat diisi oleh Moskow, ibu kota Rusia, dan kelima Jenewa di Swiss.Adapun Luanda bertahan sebagai kota termahal kedua kalinya karena tingginya ketergantungan terhadap barang-barang impor, sehingga menyebabkan harga yang sudah mahal terus meroket. Pekerja asing yang menyerbu negara kaya minyak itu hanya mengandalkan barang impor, karena produk dalam negeri di negara yang dilanda perang sipil selama 27 tahun itu kalah bersaing dengan tetangganya.courtesy : france24DWI OKTAVIANE