TEMPO.CO, Banyuwangi : Banyuwangi menjadi sentra durian merah terbesar di Indonesia. Sedikitnya ada 65 varian durian merah ditemukan di wilayah ini. Akhir pekan lalu, Forum Pemerhati Holtikultura Banyuwangi, menguji varietas durian merah terbaik untuk didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Selain pakar durian dari Indonesia, para pengujinya berasal dari Australia, Brunei Darussalam, Malasyia dan Inggris.Berdasarkan coraknya, durian merah Banyuwangi dibagi tiga. Yakni merah penuh, pelangi yang terdiri dari warna merah-kuning-oranye serta grafis yang warna merahnya membentuk motif. Buah durian merah tertua bernama Siwayut, yang pohonnya berusia hampir 3 abad.Ketua Yayasan Durian Nusantara, Mohammad Reza Tirtawinata, mengatakan, varietas durian merah yang terbaik akan didaftarkan untuk mendapatkan hak paten. Mewsum Wong, penguji durian merah asal Brunei Darussalam, mengatakan, durian merah Banyuwangi lebih enak dibandingkan durian merah di negaranya.Pamor Durian merah Banyuwangi mulai dikenal sejak 2010 lalu. Sejak saat itu, harga durian merah terus melambung. Bila sebelumnya harga durian merah hanya Rp 25 ribu per butir, kini melonjak hingga Rp 200 ribu per butir. Sayangnya, panenan durian merah Banyuwangi masih sedikit, yakni sekitar 700 butir per tahun.Videografer : Ika NingtyasEditor : RYAN MAULANAMusik ilustrasi : "Magical Night full mix", JewelBeat