Pendataan Geotagging di Nusa Penida

Videografer

dok.

Editor

Lourent

Jumat, 27 Mei 2022 13:42 WIB


Pendataan geotagging atau perekaman lokasi oleh PT Pos Indonesia (Persero) di Nusa Penida melengkapi proses penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah.

Kepala Kantor Cabang Pembantu Pos Indonesia Sampalan, Kadek Agus Wijaya menuturkan para keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bansos sesuai dari daftar nama yang telah ditentukan Dinas Sosial. Daftar nama itu kemudian dicek, disesuaikan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Setelah itu terjun ke lapangan, rumah difoto, bantuan pun disalurkan,” kata dia.   Namun, dalam proses perekaman Juru Antar I made Suastayasa ternyata memiliki kendala. Terutama dari banyaknya akses jalan yang rusak di Nusa Penida. “Selain itu, banyak sinyal yang kurang bagus,” kata Suastayasa yang menggunakan kendaraan motor untuk merekam geotagging. Kesulitan kedua, lanjut dia, terdapat nama warga yang sama di satu desa. Oleh karena itu, dia harus mencocokkan terlebih dahulu dengan NIK dan Kartu keluarga. Selain itu, dia pun haryus bertanya kepada masyarakat sekitar.  

Salah satu penerima dari KPM Ni Wayan Tini mengatakan, sangat terbantu dengan adanya program pemerintah itu. “Semoga program ini bisa berlanjut agar masyarakat bisa terbantu,” kata dia. Pos Indonesia menargetkan akhir Mei 2022, proses geotagging dapat selesai. (*)