TEMPO.CO, Serang:Siapa bilang perajin batu akik hanya digeluti kaum pria? Coba tengok wanita cantik di Kota Serang, Banten; tepatnya di Jalan Trip Jamaksari, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Santiago namanya, biasa dipanggil Santi. Wanita berusia 30 tahun ini tidak sungkan-sungkan menjadi perajin batu akik. Walau baru tiga bulan menekuni pekerjaan yang biasa dilakukan pria ini, kemahiran Santi mengasah batu akik mengundang banyak pelanggan untuk membuat cincin batu akik dan liontin. Santi tampak mahir mengasah bahan batu mulia, dengan menggunakan mesin gerinda penghalus saat menghaluskan batu milik pelanggannya. Ia pun tidak mempedulikan kukunya rusak ataupun tanganya terluka akibat terkena mesin penghalus batu.Untuk meminta jasanya mengasah batu akik, Santi mematok harga Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu untuk satu cincin ataupun liontin. Dalam sehari ia bisa menghaluskan lima hingga sepuluh batu akik.Pekerjaannya sebagai perajin batu akik berawal dari coba-coba, mengikuti pekerjaan suaminya yang memang perajin batu akik. Begitu tertarik, Santi tidak canggung melayani konsumen yang sebagian besar adalah laki-laki.Banyak pelanggan yang mengaku puas dengan jasa Santi. Maka, tak heran, jika pelanggan tak segan memberikan pujian atas keterampilan Santi dalam mengolah batu akik.Di kios kecilnya, Santi juga menjual batu akik beragam jenis dari lambrador papua, blue sapphire, giok, dan akik madu. Menjadi perajin batu akik ini tidak membuat ibu dua anak ini melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga.Jurnalis Video: Darma WijayaEditor: Ngarto FebruanaNarator: Dwi OktavianeMusik: "My One True Love", "Must Go On", JewelBeat