TEMPO.CO, Cilacap: Daniel, 11 tahun, tampak lemas saat memasuki gerbang Dermaga Wijayapura Cilacap, Jawa Tengah. Bersama keluarganya, ia hendak menjenguk ibunya, terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah, Sabtu 25 April 2015.Mary Jane adalah satu dari 10 terpidana mati kasus narkoba yang permohonan grasinya ditolak Presiden Joko Widodo. Mary Jane divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, Dearah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2010.Keluarga Mary Jane tiba di dermaga penyeberangan Wijayapura sekitar pukul 09.52 WIB, untuk kemudian menyeberang ke Pulau Nusakambangan. Keluarga Mary Jane didampingi pengacara dari Indonesia Ismail Muhammad dan pengacara dari Filipina Atty Edre U Olalia serta Jaringan Buruh Migran Indonesia Iwen Karsiwen.Sementara itu, pengacara Mary Jane, Edre U Olalia meminta agar Pemerintah Indonesia tidak melaksanakan eksekusi mati terhadap Mary Jane. Menurut dia, Mary Jane hanyalah seorang korban perdagangan manusia dan tidak mengetahui isi koper yang dibawanya saat ditangkap di Yogyakarta. Salah seorang pegiat JBMI Rasiwen mengatakan bahwa Mary Jane merupakan korban perdagangan manusia yang diduga dilakukan seorang perempuan asal Filipina bernama Kristina untuk bekerja di Malaysia.Jurnalis Video: Aris AndriantoEditor: Ngarto Februana