TEMPO.CO, Jakarta: Siapa yang tidak kenal dengan kota Yogyakarta, julukannya sebagai kota pelajar sekaligus kota budaya. Kota yang nyaman untuk menghabiskan waktu mengenang masa lalu, hingga menikmati eksotika tradisi khas kota gudeg ini. Ketika berkeliling menelusuri jalan Malioboro dan sekitarnya serasa dibawa ke suasana tempo dulu, karena kita masih bisa menjumpai bangunan-bangunan bersejerah yang berdiri megah dan masih terawat.Sampailah tim jalan-jalan tempo dibawa ke sebuah bangunan yang memiliki nilai histori yang sangat tinggi. Masyarakat jogja menyebutnya "Istana Tamansari", sebuah bangunan yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Tamansari yang bergaya arsitektur portugis, awalnya mendapat sebutan \"The Fragrant Garden\" atau Taman Wangi ini memiliki luas lebih dari 10 hektar.Bangunan ini dimaksudkan sebagai tempat untuk istirahat, dan berekreasi Sultan Hamengkubuwono dan selirnya. Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat yang kini menjadi pemukiman penduduk. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan yaitu Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari. Dan bagian terakhir adalah bagian sebelah timur yang kini digunakan sebagai pintu masuk menuju area Tamansari.DENNY SUGIHARTO / DWI OKTAVIANE