TEMPO.CO, Jakarta: Satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi dikenal dengan Origami. Membuat lipatan satu demi satu dan menyaksikan selembar kertas menjadi bentuk tiga dimensi menjadi kesan menarik tersendiri bagi siapapun yang mencobanya. Origami ini begitu mudah dipelajari oleh siapa saja. Baik laki-laki maupun perempuan. Usia anak-anak, pelajar bahkan ibu rumah tangga. Origami menciptakan dunia penuh kejutan bagi pembuatnya, karena dari selembar kertas inilah akan terbentuk model yang dibayangkan sebelumnya.Oru, yang berarti bentuk kami yang berarti kertas adalah seni melipat kertas ala Jepang ini berperan juga dalam menunjang pelajaran sekolah, khususnya prakarya atau membuat kerajinan tangan. Sama halnya dengan boneka Washi yang terbuat dari kertas Washi.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berkreasi origami ini, bisa mencari buku khusus origami yang biasanya berisikan diagram. Sabar, teliti, dan fokus. Itulah kunci utama dalam merangkai origami yang melatih daya imajinasi pembuatnya.Video Journalist : DWI OKTAVIANE