TEMPO.CO, Surabaya: Buaya muara yang dikabarkan muncul sejak sepekan lalu, menghebohkan warga sekitar Sungai Porong. Bahkan, ribuan warga kini berbondong-bondong mendatangi dusun Awar-Awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Padahal Dusun Awar-Awar terletak sekitar 13 kilometer dari tanggul semburan lumpur Lapindo. Warga setempat lantas memanfaatkannya dengan menjadikan desanya sebagai Wisata Buaya Putih. Sejak kemunculan buaya itu tersebar luas, warga setempat membuka jasa parkir. Setiap pengunjung diwajibkan membayar parkir sebesar Rp 3.000 untuk mengisi kas desa. Slamet, warga desa Awar Gunting, mengatakan, kian hari warga yang datang untuk melihat langsung buaya muara sepanjang empat meter itu makin banyak. Biasanya, warga berduyun-duyun datang sejak siang. Bahkan ada yang betah menunggu sampai malam. Beberapa kali warga yang menunggui di pinggir Sungai Porong berteriak, menunjuk-nunjuk ke arah gundukan tipis yang tampak seperti bagian tubuh buaya. Tak cukup berdiri di pinggir, warga pun nekat mendekat hingga bagian sungai yang mengendap. Penduduk setempat memanfaatkan kehebohan itu untuk mengais rezeki dengan berjualan minuman dan makanan ringan. Seperti yang dilakukan Ruminah, yang rumahnya dekat pinggir Sungai Porong. Berdasarkan identifikasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, dalam seminggu terakhir terdapat dua ekor buaya di aliran sungai Porong. Balai Konservasi belum bisa memberikan kepastian dari mana buaya-buaya tersebut berasal. Jurnalis Video: Artika Rachmi FarmitaEditor/Narator: Ngarto Februana