TEMPO.CO, Jakarta: Kemenangan Dani Pedrosa pada balapan MotoGP Portugal di Estoril, 1 Mei lalu, membawa kebahagiaan berlipat bagi pembalap Honda itu. Pascainsiden kecelakaan di Motegi, Jepang, tahun lalu, telah menyebabkan ia mengalami banyak gangguan dalam menjalani latihan dan balapan.Begitu pun sebelum adu kecepatan pada seri ketiga musim ini di Sirkuit Estoril. Kubu Pedrosa mencemaskan kondisi kebugaran pembalap berusia 25 tahun ini. Kekhawatiran itu terjawab setelah Pedrosa mampu tampil prima dengan memberi perlawanan sengit terhadap Jorge Lorenzo. Usaha Pedrosa untuk memulihkan cederanya itu dengan memanfaatkan senggang waktu antara balapan di Jerez dengan di Estoril, membuahkan hasil.Pedrosa yang pada usia 19 tahun telah menjadi juara termuda di kelas GP250 ini menjalani operasi lanjutan untuk mencabut pelat pada tulang bahunya. Pedrosa yang berhasil menyalip Lorenzo beberapa putaran sebelum finish mengakui bahwa Lorenzo adalah lawan yang sangat tangguh.Pedrosa, yang pada usia 21 tahun sudah naik ke MotoGP dengan prestasi yang membanggakan, dengan rendah hati menganggap kemenangan yang dicapainya ini berkat hasil kerja tim medis yang baik. Ia pun berterimakasih kepada seluruh dokter dan fisioterapis yang membantunya hingga merasa fit, meski masih terasa sedikit nyeri, tapi ini berkat bantuan mereka semua.DWI OKTAVIANE