TEMPO.CO, Padang: Suasana duka terlihat di rumah duka Pratu Septi Doni, yang terletak di Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Prajurit TNI AU ini menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat milik TNI AU berjenis C-130B Hercules dengan normor A1310. Para tetangga dan kerabat terlihat sudah berkumpul di halaman rumah duka yang dipasangi tenda. Beberapa dari mereka terlihat duduk di halaman rumah. Ibu korban, Marinis, terlihat lemas. Tak satupun kata yang terucap dari bibirnya. Saat ini, Dia hanya mampu menatap foto anaknya berpakaian loreng yang terpajang di dinding rumah. Septi Doni merupakan personil Batalion Paskhas 462/Pulanggeni, Pekanbaru. Pria berusia 28 tahun ini bergabung bersama TNI AU sejak tahun 2008. Dari informasi yang didapatkan keluarga, jenazah Doni ditemukan di dalam pesawat nahas itu. Masih dalam keadaan utuh dan dapat dikenali. Jenazah Doni diperkirakan tiba Rabu pagi ini, 1 Juli 2015, di Lapangan Udara TNI AU, Padang. Usai penghormatan terakhir jenazah Septi Doni rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Lolong, Kota Padang. Kecelakaan bermula saat pesawat Hercules yang dipiloti Kapten Sandy Permana dua menit usai lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo Medan, jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Selasa, 30 Juni 2015. Penyebab jatuhnya pesawat hingga kini masih diselidiki.Jurnalis Video : ANDRI EL FARUQIEditor/Narator : RYAN MAULANA