TEMPO.CO, Banyumas : Mudik lebaran selalu membawa berkah bagi produsen oleh-oleh khas daerah. Pemudik biasanya mencari oleh-oleh untuk saudara, tetangga maupun teman sekantor. Kesibukannya pun terlihat di toko Nopia Pak Narwan yang ada di Desa Pekunden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini silih berganti didatangi pembeli. Ibu Likita dari Bekasi mengatakan bila ke Purwokerto kurang pas rasanya bila tak membeli Nopia sebagai buah tangan. Dengan rasanya yang manis, enak, dan gurih ini membuatnya selalu ingin mampir kesini untuk membeli Nopia. Sejak menjelang lebaran, Nopia Pak Narwan ini bisa meningkatkan produksinya dua kali lipat dari hari-hari biasanya. Karyawan dipekerjakan dari pagi hingga sore hari karena permintaan meningkat. Berbahan dari adonan tepung terigu yang diisi gula merah, Nopia menjadi makanan legendaris wilayah Kecamatan Banyumas. Adonan Nopia yang sebelumnya dibentuk kecil kecil ini dipanggang secara tradisional dengan tungku tanah liat berbentuk bejana besar. Adonan tersebut ditempelkan pada dinding tungku hingga matang. Namun sebelum memanggang, karyawan memanasi tungku dengan membakar kayu di dalam tungku hingga menjadi arang. Proses pembakaran ini yang membuat dinding tanah liat ini menyimpan panas yang cukup lama. Proses pemanggangan tidak membutuhkan waktu lama, Nopia yang sudah matang ini langsung dikeluarkan untuk proses pendinginan. Sejumlah karyawan lainnya sudah menunggu untuk mengemasnya dalam plastik untuk memenuhi pesanan berbagai toko makanan maupun toko oleh-oleh. Manto selaku pengelola pembuatan Nopia ini mengatakan setelah Idul Fitri omset melonjak naik, Naiknya permintaan ini sejak sebelum lebaran baik dari luar maupun dalam kota. Jurnalis Video : Budi PurwantoEditor/Narator : Dwi Oktaviane