TEMPO.CO, Amerika: Kalau anda bertandang ke gedung Balaikota San Francisco, anda akan menjumpai pot-pot bunga bergantungan di tiang-tiang listrik. Pot-pot tanaman bunga seperti ini juga bermunculan di sejumlah tempat di kota berbukit di negara bagian California ini. Pot-pot itu merupakan bagian dari gerakan untuk menghijaukan kota ini, dan jangan salah orang yang bertanggungjawab terhadap gerakan ini berasal dari Indonesia.Astrid datang ke Amerika tahun 1995 untuk mengambil master di bidang arsitektur landscape. Di Indonesia ia memang jebolan Institute Teknologi Bandung. Setelah mengambil master, Astris bekerja di sebuah perusahaan arsitektur landscape. Ia sebenarnya sempat ingin pulang ke Indonesia, tapi niatan itu urung karena ia mendapat tawaran bekerja sebagai penasehat senior bagian penghijauan kota dari Walikota Chicago.Berkat pemikiran-pemikirannya kota Chicago menjadi lebih hijau. Keberhasilannya ini dilirik oleh Walikota San Francisco yang kemudian melamar Astrid untuk bekerja dengannya. Setelah sekitar 8 tahun di Chicago ia pindah ke San Francisco dan menjadi motor kebijakan penghijauan di kota ini.Strategi yang ia canangkan dalam menghijaukan kota adalah dengan melibatkan penduduk kota. Hasil kerja wanita asal Bandung ini sudah bisa dirasakan warga kota ini. Tak heran jika rekan sekantornya pun angkat jempol terhadap kiprahnya. Astrid telah membuktikan bahwa warga Indonesia sesungguhnya mampu berprestasi dan bersaing di negara maju seperti Amerika.DWI OKTAVIANEcourtesy : VOAIndonesia