TEMPO.CO, Mojokerto: Pilkada Kabupaten Mojokerto tahun 2015 mulai panas. Ratusan massa berdemonstrasi ke Panitia pengawas (Panwas) Pilkada dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto. Massa dari sejumlah LSM itu memprotes Panwas yang dianggap tidak independen dan memihak pada calon petahana.Massa mendesak Ketua dan Anggota Panwas berhenti dari jabatannya. Massa datang dengan membawa sejumlah poster berisi kecaman pada Panwas dan calon petahana yang diduga mengintervensi Panwas. Massa juga berorasi dan dikawal ketat ratusan aparat Polri dan TNI. Perwakilan LSM, Machroeji Machfud, meminta KPU dan Panwas menghentikan sementara tahapan pilkada karena ditemukan banyak pelanggaran administratif, pemalsuan dukungan, hingga politik uang yang diduga dilakukan calon perseorangan. Sempat terjadi ketegangan saat perwakilan LSM berdialog dengan Ketua dan Anggota Panwas. LSM meminta Panwas menunjukkan bukti berita acara atas laporan pelanggaran administratif dan dugaan pemalsuan dukungan dan politik uang yang dilakukan calon perseorangan. LSM menuduh calon perseorangan itu calon boneka yang didanai calon petahana untuk menghindari calon tunggal.Selain ke Panwas, massa juga mendatangi kantor KPU Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basoeni namun perwakilan massa tak berdialog karena Komisioner KPU sedang rapat kerja di luar kota. Dalam pilkada serentak ini, terdapat tiga pasangan calon yang telah mendaftar di KPU Kabupaten Mojokerto. Dua pasangan diusung parpol yakni Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi dan Choirun Nisa (Nisa)-Arifudinsyah (Arif). Sedangkan satu pasangan dari jalur perseorangan, Misnan Gatot-Rahma Shofiana. Jurnalis Video : IshomuddinEditor/Narator : Ryan Maulana