TEMPO.CO, Jakarta: Uni Eropa berkomitmen terhadap isu-isu kebutuhan dan hak-hak masyarakat marjinal yang masih kesulitan mendapatkan akses kehidupan yang layak.Melalui program PNPM Peduli inilah jadi sebuah inisiatif baru dari PNPM Support Facility (PSF) yang dimulai pada Oktober 2011. PNPM Peduli menekankan kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil dan organisasi akar rumput lainnya. Tujuan utamanya adalah pemberdayaan masyarakat marjinal yang belum terjangkau oleh program-program pengentasan kemiskinan yang sudah ada.Salah satunya Organisasi Masyarakat Hurin In yang dikunjungi Guy Platton, Kepala Bagian Finansial dan Kontak Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN. Ustadz Ramly Izhaque, pimpinan Yayasan Hurin In yang beralamat di Jl. Jati Bunder 7 Rt 17 RW 09 No 25 Tanah Abang ini melanjutkan amanah orang tuanya untuk mendidik anak-anak Pekerja Seks Komersial yang berada di sekitarnya.Ditengah minimnya pembiayaan yayasan ini ia menyambut baik bantuan dari Uni Eropa selaku organisasi dunia yang telah peduli terhadap anak didiknya.Video Journalist : DENNY SSUGIHARTO | DWI OKTAVIANE