TEMPO.CO, Jakarta: Permainan perusahaan farmasi dan dokter dalam meresepkan obat kepada pasien akhirnya terbongkar. Sesuai temuan Tim Investigasi Majalah Tempo, ada kolusi antara perusahaan farmasi dan dokter ketika meresepkan obat-obat tertentu kepada pasien.Praktek kolusi ini dibungkus dalam bentuk kerja sama. Dalam kerja sama itu, dokter akan menerima diskon 10-20 persen penjualan obat dari perusahaan farmasi. Namun, yang sangat janggal, diskon tersebut diberikan dalam bentuk uang komisi dan fasilitas lainnya.Ditemui Tempo di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, pada 3 November 2015, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek menanggapi ihwal kasus gratifikasi terhadap kalangan dokter dari perusahaan obat.Jurnalis Video : Ryan MaulanaReporter : Tim RedaksiEditor : Ryan Maulana Narator : Dwi Oktaviane