TEMPO.CO, Mojokerto: Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memperingati hari kelahiran atau maulid Nabi Muhammad S.A.W. Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, warga merayakan maulid nabi dengan mengarak gunungan berisi ribuan kue khas Mojokerto, Onde-Onde. Ribuan kue berbentuk bulat yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang hijau dan taburan wijen itu diarak di salah satu ruas jalan Kota Mojokerto. Arak-arakan gunungan onde-onde ini dimeriahkan dengan tampilan drumband dan tari-tarian khas Mojokerto. Gunungan onde-onde diarak menuju salah satu pusat kegiatan masyarakat di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Ribuan warga yang sudah tak sabar berebut onde-onde langsung menyerbu gunungan onde-onde setelah tiba di lapangan. Dengan ditandai lantunan salawat nabi, gunungan onde-onde pun diserbu warga. Seorang ibu, Ponimah, mengaku kakinya sakit akibat terinjak saat berebut gunungan onde-onde. Meski begitu, ia tetap gembira merayakan maulid nabi denga berebut gunungan onde-onde. Selain gunungan onde-onde, peringatan maulid Nabi Muhammad yang diadakan Pemerintah Kota Mojokerto itu juga dimeriahkan dengan 5.000 tumpeng layah. Tumpeng berisi nasi dan lauk pauk tersebut disajikan dalam wadah layah yakni tembikar dari tanah liat berbentuk piring besar dengan diameter sekitar 40 centimeter. Tumpeng layah tersebut dibawa dan dimakan bersama di lokasi pengajian yang dihadiri Wali Kota Mojokerto KH Masud Yunus dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Masud mengatakan gunungan onde-onde dan tumpeng layah mulai menjadi tradisi peringatan maulid nabi di Mojokerto. Pejabat dan masyarakat yang hadir juga diwajibkan mengenakan pakaian batik khas Majapahit. Menurut Masud, kegiatan ini akan meningkatkan perekonomian pembuat kue onde-onde, batik, dan perajin layah. Penggunan layah untuk tumpeng itu menurutnya juga sangat ramah lingkungan. Layah yang terbuat dari tanah liat akan mudah terurai dibandingkan jika menggunakan wadah dari plastik yang sulit terurai.Jurnalis Video: Ishomuddin (Mojokerto)Editor dan Narator: Ngarto Februana