TEMPO.CO, Serang: Menyikapi temuan terompet berbahan sampul Al-quran yang dijual bebas di pasar Induk Rau Kota Serang Banten oleh sejumlah pedagang, Majelis Ulama Indonesia Kota Serang Banten, Rabu petang menggelar rapat bersama pengurus dan sejumlah tokoh agama di Kota Serang.Dalam rapat tersebut MUI Kota Serang mengeluarkan larangan adanya terompet di Kota Serang dalam bentuk apa pun, baik dalam rangka menyambut Tahun Baru 2016 maupun hal-hal lain. Artinya MUI Kota Serang melarang warganya merayakan malam pergantian Tahun Baru dengan meniup terompet. Larangan tersebut kemudian ditembuskan kepada pihak kepolisian, Wali Kota Serang , dan Satpol PP untuk melakukan kegiatan pelarangan adanya terompet di Kota Serang. Sebelumnya polisi menemukan terompet berbahan sampul Al-Quran dijual bebas di Pasar Induk Rau Kota Serang.Terompet tersebut disita petugas dari tangan pedagang. Diduga terompet bermusabah Al-Quran itu disuplai dari luar wilayah Banten. Diyakini terompet-terompet berbahan sampul Al-Quran masih dijual bebas di wilayah Kota Serang. Ketua MUI Kota Serang, Mahmudi, mengutuk terompet berbahan sampul Al-Quran, karena merupakan bentuk penistaan, penghinaan agama yang dikhawatirkan akan memancing kemarahan umat Islam.Mahmudi mengimbau umat Islam di Kota Serang agar tidak terpancing emosi terkait penemuan terompet berbahan sampul Al-Quran. Pihak MUI Kota Serang mensinyalir ada pihak ketiga yang ingin memecah belah umat.Untuk itu pihak MUI Kota Serang meminta kepada kepolisian dan SatPol PP di Kota Serang agar menarik peredaran terompet berbahan sampul Al-quran yang diduga masih dijual bebas, dan mengusut tuntas kerena selain agama melarang keras, juga melanggar undang-undang pidana. Sementara itu, larangan adanya terompet di wilayah Kota Serang dalam rangka menyambut Tahun Baru 2016, merugikan pihak pedagang terompet. Larangan tersebut dianggap berlebihan karena tidak semua terompet berbahan sampul Al-quran. Adanya larangan terompet untuk merayakan tahun baru setidaknya telah merampas pendapatan para pedagang terompet.Jurnalis Video: Darma WijayaEditor dan Narator: Ngarto Februana