TEMPO.CO, MOJOKERTO " Sebanyak 33 orang eks pengikut ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ditampung di UPT Panti Werdha Mojopahit. Mereka dipulangkan dari pemukiman Gafatar di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, ke Mojokerto dalam dua tahap. Tahap pertama 23 orang dan disusul 10 orang. Mereka berasal dari sembilam keluarga dari sejumlah kecamatan di Mojokerto seperti Puri, Sooko, Mojoanyar, Mojosari, Pacet, dan Ngoro. Selama di tempat penampungan di Panti Werdha, mereka ditempatkan di salah satu bangunan dengan penjagaan aparat kepolisian dan TNI. Selama di penampungan, kebutuhan mereka ditanggung Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai dari makan, minum, dan pakaian. Selain itu, pemerintah kabupaten setempat juga mendata dan mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi eks pengikut Gafatar. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Susi Sri Utami mengatakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto pro aktif melayani pengurusan data kependudukan dan dokumen penting milik eks Gafatar yang hilang atau terbakar saat pemukiman mereka di Kalimantan Barat dibakar massa. Saat dipulangkan dari Panti Werdha ke desa dan kecamatan masing-masing, para eks pengikut Gafatar itu sudah diberi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang baru. Tak hanya itu, dokumen penting lainnya seperti ijazah dan buku nikah yang hilang atau terbakar juga akan dibuatkan kembali. Pengurusan itu melibatkan instansi pemerintahan terkait mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan, dan Kantor Kementerian Agama yang didatangkan langsung ke Panti Werdha. Sebanyak 33 eks pengikut Gafatar sudah dipulangkan ke desa dan kecamatan masing-masing dengan dikawal camat dan kepala desa serta kepolisian dan TNI. Mereka diharapkan bisa membaur kembali ke masyarakat dan masyarakat bisa menerima mereka.Jurnalis Video: Ishomuddin (Mojokerto)Editor dan Narator: Ngarto Februana