TEMPO.CO, Yogyakarta: Setelah sempat disemayamkan di Base Ops Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Adi Sucipto Yogyakarta, jenazah Mayor Penerbang Ivy Safatillah akhirnya tiba di rumah duka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Umbulharjo, Yogyakarta, dengan menggunakan ambulans dari TNI Angkatan Udara.Jenazah disambut haru oleh keluarga dan rekan-rekan kesatuan, serta prajurit TNI Angkatan Udara lainnya. Tak hanya dari lanud adi sucipto, rekan-rekan mayor penerbang Ivy Safatillah juga datang dari berbagai kesatuan TNI Angkatan Udara di Tanah Air.Tak sekadar memberikan bela sungkawa dan mengirimkan doa terbaiknya, kedatangan mereka juga untuk mempersiapkan pemakaman yang rencananya akan dilakukan Kamis siang ini, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta.TNI Angkatan Udara memberikan gelar pahlawan atas jasa-jasa yang pernah dilakukan almarhum selama bertugas di TNI Angkatan Udara, sehingga layak untuk dimakamkan di taman makam pahlawan. Berbagai bintang jasa pernah didapatkan Mayor PNB Ivy Safatillah yang berhasil menyelesaikan tujuh kali masa pendidikan dengan nilai sangat memuaskan.Sosok sang pilot sendiri meninggalkan banyak kenangan bagi kesatuannya. Mayor penerbang Ivy Safatillah adalah sosok yang periang, disiplin, rajin, dan pantang menyerah sehingga menjadi panutan pilot-pilot lain. Ivy juga merupakan ketua alumni lulusan Akademi Angkatan Udara lulusan tahun 2000.Mayor Penerbang Ivy Safatillah gugur dalam tugas saat menerbangkan pesawat latih Super Tucano, di Malang, Jawa Timur, Rabu pagi. Almarhum meninggalkan dua orang anak, dan istri yang tengah mengandung 8 bulan. Jurnalis Video : Hand Wahyu Editor/Narator : Ryan Maulana