TEMPO.CO, Kota Serang: Ujian Nasional yang saat ini serentak dilaksanakan siswa SMA atau setara, tidak hanya diikuti oleh siswa di sekolah reguler. Senin siang sebanyak 28 warga binaan yang terjerat kasus pidana umum mengikuti Ujian Nasional Paket C Kesetaraan yang diadakan Rumah Tahanan Klas II-B Serang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang di dalam Rutan.Ke-28 warga binaan ini umumnya terjerat tindak pidana umum atau melanggar Pasal 363 dan Pasal 365 KUHP. Selama proses pembelajaran, ke-28 warga binaan ini sebelumnya pernah mengikuti belajar-mengajar yang diadakakan PKBM Bina Pengayoman Rutan Serang selama berada di dalam tahanan.Sementara untuk 100 warga binaan yang terjerat kasus narkoba di dalam Rutan Klas II-B Serang menolak mengikuti Ujian Nasional paket C atau kesetaraan. Padahal 20 warga binaan kasus narkoba tidak memiliki ijazah SMA.Kepala Rutan Klas II-B Serang, Prihartati, mengatakan sebanyak 100 warga binaan yang terjerat kasus narkoba menolak ikut dalam Ujian Nasional lantaran kecewa dan frustrasi tidak mendapatkan remisi sesuai seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, bahwa terpidana kasus narkoba, teroris, dan koruptor tidak mendapatkan remisi meskipun berkelakuan baik selama di dalam tahanan.Kepada warga binaan kasus narkoba, pihak rutan sendiri sudah mengajak mereka untuk ikut dalam Ujian Nasional setara paket C.Sementara itu, penilaian dan bobot soal yang diujikan kepada warga binaan ini setara dengan sekolah reguler pada umumnya.Sejauh ini pihak Rutan Klas II-B Serang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kota Serang, sudah melaksanakan ujian nasional Paket C sebanyak tiga kali selama tiga tahun. Dan warga binaan yang mengikuti ujian paket C lulus seratus persen.Jurnalis Video: Darma WijayaEditor dan Pengisi Suara: Ngarto Februana


  • UN