TEMPO.CO, Madiun: Roti Bluder merupakan oleh-oleh khas Madiun selain brem dan sambel pecel. Salah satu produsennya berada di Jalan Cokroaminoto. Karena nama jalan tersebut merek roti ini diberi nama Bluder Cokro. Di toko sekaligus tempat produksi ini banyak dikunjungi pembeli setiap hari. Selain untuk dikonsumsi sendiri sebagian konsumen menjual kembali roti yang dibeli dari produsen. Hal ini dilakukan karena roti hasil olahan produsen yang berpengalaman sejak 1989 memiliki kualitas lebih bagus. Sri Widodo, chef roti Bluder Cokro mengatakan roti yang diproduksi itu memiliki rasa yang berbeda dengan jenis lain. Mulai dari rasa maupun teksturnya. Untuk menjaga rasa, warna, aroma, dan tekstur yang lembut produsen roti bluder melakukan proses secara manual.Pencampuran gula pasir, tepung terigu, telur dan ragi diproses dengan menggunakan tangan. Sedangkan mixer listrik hanya digunakan untuk pencampuran adonan bahan tersebut dengan mentega. Setelah seluruh bahan tercampur, para pekerja mencetak adonan ke dalam tempat yang telah disiapkan. Dalam tahap ini tambahan parutan keju, cokelat, kismis dan rasa lain dilapiskan ke bagian atas adonan. Kemudian, adonan tersebut dipanggang atau dioven di ruang tersendiri. Tak berselang lama, roti bluder sudah matang. Roti yang sudah matang dan dingin dikemas ke dalam plastik dengan diberi label. Baru kemudian dimasukkan ke dalam kardus sesuai dengan permintaan pembeli. Video Jurnalis : Nofika Dian NugrohoEditor/Narator : Ryan MaulanaMusik ilustrasi : Venice Beach, Topher Mohr and Alex Elena