Minggu, 22 September 2019

TEMPO.CO, Serang: Setelah berjalan kaki selama 3 hari dan sejauh 95 kilometer dari pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Banten. Belasan masyarakat Kecamatan Kanekes, Rangkas Bitung Lebak, Banten atau warga Suku Baduy dalam, Sabtu siang tiba di Kota Serang. Selain itu kurang lebih 1300 warga Suku Baduy luar berpakaian hitam dipimpin Ayah Mursid mengikuti berjalan kaki dari Stadioan Ciceri, Kota Serang, Banten menuju gedung eks Pendopo Lama Gubernur Banten dengan mengambil rute jalan protokol Kota Serang untuk melakukan ritual adat Seba Baduy.Kedatangan ribuan warga suku baduy luar dan baduy dalam di depan gedung eks pendopo lama Gubernur Banten ini disambut meriah marching band Gita Surosowan. Kedatangan ribuan Suku Baduy kemudian disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, Opar Sochari.Setelah itu salah satu perwakilan warga Kanekes, Baduy secara simbolis menyerahkan ribuan warga suku baduy kepada pemerintah Provinsi Banten untuk menggelar ritual adat Seba Baduy yang akan dilaksanakan pada malam harinya.Dalam tradisi Seba Baduy ribuan masyarkat Suku Baduy akan menyerahkan hasil pertanian yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat baduy di antaranya padi, pisang, gula aren, dan talas untuk diserahkan kepada Gubernur Banten yang disebut oleh warga suku baduy sebagai bapak gede.Dalam tradisi Seba Baduy Ada tiga amanat yang akan disampaikan warga Suku Baduy kepada pemerintah Provinsi Banten, yakni menyampaikan amanat dari Puun kepada Pemerintah Provinsi Banten, menyampaikan kondisi alam warga Suku Baduy dan terakhir harapan warga Suku Baduy kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk selalu menjaga keseimbangan alam di Baduy.Video Jurnalis : Darma wijayaEditor/Narator : Ryan Maulana