TEMPO.CO, Demak: Evakuasi pesawat latih Cesna yang jatuh di area pertambakan warga di desa Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dilakukan oleh warga setempat. Mereka bergotong royong menaikkan badan pesawat dari tambak. Minimnya peralatan membuat evakuasi berlangsung lama dari pagi hingga siang hari. Warga hanya menggandalkan bambu dan tali tambang untuk mengangkat badan pesawat dari kolam tambak. Kabar jatuhnya pesawat latih Cesna milik sekolah penerbangan Nusa Internasional Flying School Jakarta menarik perhatian warga. Mereka berbondong-bondong hendak menyaksikan proses evakuasi badan pesawat yang dilakukan oleh warga setempat. Pesawat latih yang dibawa oleh pilot Joshua Adolf Watmena dan co-pilot Boby Friadi jatuh karena mesin pesawat mati di ketinggian 1000 kaki. Pilot memilih lokasi tambak sebagai pendaratan darurat karena jauh dari pemukiman. Para nelayan Wedung ini bergotong royong menaikkan badan pesawat agar tidak terendam air tambak. Rencana menggunakan alat berat gagal karena akses ke lokasi sempit jika dipaksakan bisa merusak tambak lainnya. Dalam proses evakuasi yang berlangsung 3 jam tersebut, warga kesulitan mengevakuasi karena roda pesawat terbenam lumpur. Perlu waktu 1 jam sendiri untuk menaikkan roda dengan cara diangkat dengan bambu dan ditarik tali tambang. Video Jurnalis : Budi PurwantoEditor/Narator : Ryan Maulana